Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

PRESIDEN JOKOWI SAMBANGI TPS3R DESA CITARIK, SUKABUMI

Sukabumi - Presiden Joko Widodo menyambangi Tempat Pembuangan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), Senin (8/18), di Kampung Tega Lega, Desa Citarik, Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Presiden Jokowi datang menyapa warga dengan mengendarai motor Chopper terbaru miliknya bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono. Kedatangan presiden di lokasi disambut oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo. Dalam kunjungan singkatnya, presiden pun menyempatkan berkomunikasi dengan para warga yang sedang bekerja mengolah sampah di TPS3R. Mendes mengungkapkan, hal ini sebagai bentuk perhatian Presiden yang begitu besar pada perkembangan desa. "Perhatian pak presiden kepada desa-desa cukup besar. Selain dana desa, 19 kementerian dan lembaga itu punya program di desa sebesar 500 triliyun lebih. Kementerian PU juga menambahkan alokasinya untuk pembangunan di desa tahun ini 11 triliyun kalo saya tidak salah. Nah ini salah satu bentuk kerja sama antara kementerian desa dengan kementerian PU. Dimana kementerian PU menyediakan bangunan sama sarana airnya. Kementerian desa menjalankan modal kerjanya untuk masyarakat mengolah sampah", jelas Mendes. TPS3R adalah salah satu program kerjasama antar lembaga beberapa kementerian dalam kabinet kerja. Mendes berharap program ini mampu mengangkat potensi dan ekonomi warga desa. "Bagus karena ibu-ibunya bisa bekerja. Bisa mendapatkan pendapatan tambahan, walaupun tidak besar. Tapi yang paling penting ibu-ibu juga mulai peduli dengan kebersihan lingkungan", tuturnya. Sebelumnya, kampung Tega Lega menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat sekitar desa Citarik. Sampah menumpuk tak dikelola dengan baik. Kepala desa Citarik, Ledi Nurledi, merasakan program TPS3R sangat menolong lingkungan hidup warga. Desa pun menjadi bersih dan perekonomian mulai terangkat "Kampung Tega Lega Pasir ini adalah salah satu tempat pembuangan sampah masyarakat. Sampah dapur, sampah plastik, sampah semua. Kotoran hewan pun kesini masuknya. Setelah ada program dari Kementerian PU ini. Terus datang memberikan sebuah anggaran dan dibentuk KSM juga, TPS3R. Alhamdulillah kita punya program prospek ke depannya. Ibu-ibu bisa kerja disini, bisa menanggulangi masalah angka kemiskinan, terus pengangguran", tutur Ledi. TPS3R di desa Citarik sendiri dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bina Sejahtera. Program disini mampu menyerap sedikitnya 27 tenaga kerja dari kalangan ibu rumah tangga untuk memilah sampah plastik, serta 5 tenaga kerja pria yang bertugas mencacah limbah organik. Masyarakat sekitar pun merasakan manfaat dari adanya TPS3R. Ketua KSM, Obarso Sobarno, pun mengakui banyak perubahan yang terjadi pada desa mereka. "Dulu mah kan sampah dibuang disini di kubangan. Sekarang hampir 40 persen bersih. Ibu-ibu bisa bekerja disini memilah-milah (sampah). Laki-laki pun bisa kerja disana (mencacah). Dari rumah pun ibu-ibu bisa milah sendiri gitu", terang Obarso. Konsep utama pengelolaan sampah di TPS3R adalah untuk mengurangi volume sampah melalui konsep reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Kegiatan ini dikelola oleh kelompok masyarakat yang disebut KSM atau Kelompok Swadaya Masyarakat, yang sedikitnya menanggulangi sampah 400 kepala keluarga. Proyek ini salah satu program Padat Karya yang telah berjalan di berbagai pelosok Indonesia. Dana 550 juta digelontorkan untuk satu buah bangunan TPS3R. Keberhasilan demi keberhasilan pun diraih Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun TPS3R dalam rentang waktu 14 tahun ini. Bentuk keberhasilan itu terwujud dalam perubahan pola hidup masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. (Tim.PubPLPBM)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar