Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Walikota Gorontalo Dukung Pembangunan Fasilitas TPS 3R di Kelurahan Tuladenggi

KOTA GORONTALO, plpbm.pu.go.id – Permasalahan sampah di Kota Gorontalo masih menjadi polemik. Setiap tahun, volume sampah di Kota Gorontalo terus naik. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo di tahun 2019, Kota Gorontalo setiap harinya menghasilkan sampah sebanyak 138 ton, sampah tersebut berasal dari sampah plastik, sampah rumah tangga dan sampah sisa makanan (sayur, buah, dan lain-lain). Sehingga Kota Gorontalo berada di urutan pertama wilayah penyumbang sampah terbesar di TPA Talumelito.

Kota Gorontalo pada dasarnya sudah berkomitmen dalam menangani timbulan sampah secara optimal. Hal ini dijelaskan pada Peraturan Walikota Gorontalo Nomor 21 tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Kota Gorontalo dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Adapun kebijakan ini berfokus pada kegiatan pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Salah satu program strategis pengurangan timbulan sampah yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo yaitu pelaksanaan dan pendampingan TPS 3R. Program TPS 3R telah terlaksana sejak tahun 2014 yang bekerjasama dengan Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP), Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Walikota Gorontalo, Marten Taha, menjelaskan bahwa Pemkot Gorontalo sudah bekerjasama dengan Kementerian PUPR dalam mengurangi timbulan sampah sejak tahun 2014 melalui pembangunan fasilitas TPS 3R. Sampai dengan tahun 2019, jumlah unit TPS 3R di Kota Gorontalo sebanyak 7 unit. Pada tahun ini, pembangunan TPS 3R direncanakan bertambah 1 unit, sehingga total unit akan menjadi 8 unit. Oleh karena itu, Walikota Gorontalo berharap seluruh pihak khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kelurahan Tuladenggi mendukung proses pelaksanaan pembangunan fasilitas TPS 3R.

“Seperti yang kita ketahui, Kota Gorontalo sudah menerapkan pengelolaan sampah melalui fasilitas TPS 3R sejak tahun 2014. Saya berharap pembangunan fasilitas TPS 3R tahun ini berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan semua pihak khususnya DLH dan Kelurahan Tuladenggi”. jelas Marten Taha, Walikota Gorontalo.

Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung tidak mengendurkan semangat Fasilitator Provinsi (Fasprov) Gorontalo dalam melakukan diskusi dengan Walikota Gorontalo, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Domestik DLH dan Lurah Tuladenggi. Diskusi ini berlangsung pada hari Kamis, 4 Juni 2020 di rumah dinas Walikota Gorontalo. Pembahasan utama dalam diskusi ini membahas mengenai percepatan pelaksanaan pembangunan TPS 3R dan penganggaran yang dialokasikan untuk operasional TPS 3R. Hasil diskusi yang disampaikan Walikota Gorontalo, Pemkot Gorontalo akan mengalokasikan dana bensin pengangkutan sampah, operasional upah tenaga pengangkut yang sesuai standar UMP dan dana operasional TPS 3R yang berasal dari Kelurahan Tuladenggi.

Walikota Gorontalo menambahkan, dalam menjamin keberlangsungan TPS 3R, sistem operasional yang maksimal dan mandiri menjadi target ke depan. Sehingga TPS 3R yang terbangun dapat menghasilkan pendapatan tambahan untuk pihak kelurahan.

“Saya berharap TPS 3R dapat beroperasi mandiri nantinya, dan mampu menyumbangkan pendapatan daerah khususnya di tingkat kelurahan”, lanjut Walikota Gorontalo.

Dukungan lain yang diberikan oleh Pemkot Gorontalo yaitu ketersediaan lahan. Saat ini proses hibah lahan sudah dilakukan dan menunggu di bagian aset. Pada awalnya lokasi pembangunan TPS 3R ini digunakan sebagai rumah potong hewan dan diserahkan sebagai lokasi pembangunan TPS 3R TA. 2020. Hal ini disampaikan oleh Lurah Tuladenggi, Agusiyono Js. Taha.

“Status lahan TPS 3R sudah ditandatangani Walikota, saat ini masih diproses di bagian aset”, ujarnya.

Di akhir diskusi, Walikota Gorontalo menitipkan saran kepada Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Domestik DLH, Kasim Pilobu, mengenai tenaga kerja di TPS 3R yang terampil dan mengaktifkan TPS 3R yang tidak aktif.

“Saya berharap ada pendampingan untuk pekerja di TPS 3R. Lalu ke depannya, fasilitas TPS 3R semoga tidak ada yang mangkrak dan bias memberikan penghasilan untuk kelurahan. Selain itu, TPS 3R yang berfungsi dan aktif akan berkontribusi pada penilaian adipura”, tutup Marten Taha di akhir diskusi. (Adv. TPS 3R Wiltim/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar