Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Uji Coba dan Uji Kelayakan Sarana dan Prasarana Sanitasi di Kabupaten Malang

MALANG, plpbm.pu.go.id – Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya terus mengalami peningkatan progres di seluruh lokasi sasaran. Tak terkecuali di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kabupaten yang masuk dalam program Sandes Regional 3 ini terus giatkan pembangunan sarana bilik toilet, tangki septik beserta sumur resapannya di lokasi-lokasi sasaran yaitu di lokasi yang mana masih ada MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), lansia, ibu hamil dan batita.

Selain pembangunan sarana prasarana, beberapa titik lokasi di Kabupaten Malang juga sudah masuk ke tahapan uji kelayakan sarana sanitasi. Seperti di Desa Baturetno, Desa Wonorejo, Desa Pujonkidul, Desa Wiyurejo dan Desa Tambakrejo. Lokasi lainnya masih memaksimalkan pelaksanaan pembangunan sebelum memasuki tahap uji coba. Pelaksanaan uji kelayakan dilakukan secara bertahap dan tidak serentak di seluruh unit.

Tahap uji kelayakan atau yang biasa disebut Commisioning Test dilakukan untuk memastikan bahwa sarana dan prasarana sanitasi nantinya dapat digunakan oleh masyarakat atau berfungsi sesuai rencana pembangunan. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan KSM yang biasanya didampingi TFL dan Faskab, Pemerintah Desa serta stakeholder setempat.

Hal yang harus diperhatikan dan disiapkan dalam commissioning test adalah tangki septik harus terisi air penuh dan media filter sudah terpasang. Pengujian yang harus dilakukan dalam uji kelayakan ini diantaranya adalah pertama uji kebocoran tangki septik dimana tangki septik yang sudah terisi air dengan penuh dan filter yang sudah terpasang didiamkan selama minimal 24 jam. Setelah itu dilakukan pengecekan apakah terjadi penurunan atau tidak, untuk batas penurunan yang diijinkan adalah 2 cm dengan asumsi terjadi penguapan.

Kedua, uji kemiringan lantai toilet. Jika lantai disiram air tidak terjadi genangan di lantai toilet dan air mengalir menuju floor drain. Ketiga, uji kemiringan pipa dimana ketika kloset disiram, air bisa mengalir ke pipa tangki septik agar tidak terjadi sumbatan di dalam pipa dengan kemiringan pipa 2%.

Ketiga, uji sumur resapan. Ketika air dari tangki septik mengalir ke sumur resapan harus terserap sempurna. Terakhir, uji grease trap dimana ketika floor drain disiram, air bisa mengalir ke inlet grease trap yang dipasang. Pipa elbow 90° dipasang terendam sampai masuk melewati permukaan air dan keluar ke inlet sumur resapan.

Melalui pembangunan secara bertahap, dan peningkatan pelayanan fasilitas sanitasi ini diharapkan segala permasalahan sanitasi dan pengelolaan limbah dapat teratasi. Dengan fasilitas sanitasi yang memadai dan melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) yang relevan juga diharapkan pencemaran lingkungan akan berkurang. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan tertanam di masyarakat desa sehingga juga ikut  membantu menurunkan angka stunting atau gizi buruk. (Adv. Sandes Reg. 3/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar