Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Studi Banding Pengurus KSM Batu Munduk ke Pengusaha Daur Ulang Sampah di Kota Banjarbaru

BANJARBARU, plpbm.pu.go.id – Studi banding sebagai kegiatan penunjang program TPS 3R dilakukan oleh pengurus KSM Batu Munduk pada hari Kamis, 17 Juli 2020 lalu. KSM Batu Munduk berlokasi di Kelurahan Samba Kahayan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Studi banding ini bertujuan untuk mengenalkan tempat pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru, mengetahui kegiatan dan proses pengolahan sampah di lokasi usaha daur ulang sampah dan workshop peralatan pengolah sampah serta mengetahui proses pembuatan alat pengolah sampah.

Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan di lokasi usaha daur ulang sampah dan workshop (bengkel) peralatan pengolah sampah yang beralamat di Jl. Trikora, Guntungmanggis, Kec. Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Studi banding ini juga diikuti oleh Eva Gostha (TFL Pemberdayaan Kab. Katingan), Badarudin (Ketua KSM), Gusnadie (Bendahara KSM), Radian (Seksi Pengawas KSM), Suharto (Seksi Pengadaan KSM), Ibu Yanti (Pemilik Usaha Daur Ulang Sampah) dan Bapak Hendri sebagai pemilik CV. Anugerah (workshop peralatan pengolah sampah) yang beralamat di Jl. Ir. Pm Noor No. 1, Sei Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kunjungan ke tempat usaha daur ulang sampah dan bertemu langsung dengan Ibu Yanti selaku pemilik usaha daur ulang sampah menjadi kegiatan awal dari studi banding ini. Di tempat itu, pengurus KSM mendapatkan informasi mengenai manajemen dan cara pengolahan serta cara pengoperasian mesin press sampah kaleng atau sampah plastik.

Badarudin selaku Ketua KSM Batu Munduk mengungkapkan, "Sampah ternyata bermanfaat dan mampu mendatangkan rezeki jika diolah dengan benar, saya lihat usaha daur ulang sampah milik Ibu Yanti mampu meraih omzet dalam 1 bulan mencapai Rp 200 juta. Omzet ini berasal dari penjualan sampah plastik dan kardus”.

Setelah itu, pengurus KSM Batu Munduk melanjutkan perjalanan ke workshop (bengkel) pengolahan mesin pengayak dan mesin pencacah. Selain melakukan pemesanan mesin pengayak dan mesin pencacah, pengurus KSM Batu Munduk juga belajar cara pengoperasian dan pemeliharan mesin pengayak dan mesin pencacah.

Dampak positif dari kegiatan ini sangat dirasakan oleh pengurus KSM. Karena melalui studi banding ini, mereka bisa mendapatkan informasi dan melihat langsung seluruh proses pengolahan, pengoperasian dan pemeliharaan mesin mesin pengayak dan mesin pencacah. Kegiatan studi banding ini juga memperkuat pengetahuan pengurus KSM yang sudah mempelajari proses pengolahan sampah melalui media daring, misalnya Youtube dan Facebook. Sangat diharapkan jika kegiatan studi banding seperti ini dapat diterapkan pada KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di berbagai wilayah. (Adv. TPS 3R Wiltim/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar