Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Sosialisasi TPS 3R Mattiro Deceng Melalui Media Sosial

SOPPENG, plpbm.pu.go.id – Strategi pengelolaan TPS 3R pasca pembangunan sarana menjadi penentu keberhasilan operasional TPS 3R, salah satunya yaitu cara melakukan sosialisasi. Inovasi yang dilakukan pengurus KSM Mattiro Deceng yaitu dibuatnya media Instagram (@mattirodeceng.id) sebagai sarana sosialisasi penyelenggaraan program TPS 3R melalui media sosial kepada masyarakat khususnya anak muda di Kab. Soppeng. Beberapa feed Instagram yang diunggah oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan pengurus KSM menceritakan tahapan-tahapan pendampingan seperti sosialisasi Program TPS 3R, Pembentukan KSM dan KPP, pemetaan sosial, survei timbulan sampah dan lain lain.

Program pembangunan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) membutuhkan aktivitas sosialisasi. Hal ini sebagai usaha memicu perubahan perilaku dengan bertumpu kepada peningkatan kesadaran dan pematangan pola pikir seorang individu terhadap isu pengelolaan sampah pada khususnya. Aktivitas lain yang juga penting dilakukan yaitu edukasi persampahan di mana dilakukan pengenalan jenis sampah yang berbeda dan teknik pengolahan sampah di masing-masing jenisnya.

TPS 3R Mattiro Deceng atau dapat diartikan TPS 3R yang selalu berfikiran positif, sehingga ke depan TPS 3R dapat mengajak masyarakat untuk tidak mencemari lingkungan dan bertindak baik terhadap pengelolaan sampah di Kelurahan Labessi. Selaras juga dengan keinginan Ketua KSM, Agung Suprianto, untuk mewujudkan TPS 3R Mattiro Deceng yang berperan sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah dan agen perubahan di tingkat kelurahan.

“TPS 3R Mattiro Deceng setelah beroperasi diharapkan dapat menjadi sarana edukasi persampahan, mewujudkan lingkungan yang bersih dan menjadi kelurahan percontohan di Kabupaten Soppeng. Di tingkat kabupaten, TPS 3R Mattiro Deceng diharapkan dapat menjadi mentor atau guru untuk kelurahan lain dalam mengelola sampah dari sumber” ujar Agung Suprianto. (Adv. Reguler Wil. 3/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar