Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Semangat Mamasa Tetap Menyala di Tengah Pandemi Corona

MAMASA, plpbm.pu.go.id – Kabupaten Mamasa merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang berjarak sekitar 340 km dari Kota Makassar. Menuju ke Mamasa dapat ditempuh dalam 9-11 jam dari Kota Makassar menggunakan angkutan umum. Pada tahun anggaran 2020, 10 desa di Kabupaten yang berjuluk "Bumi Kondo Sapata Wae Sapalelean" ini ditetapkan sebagai penerima program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) dari Kementerian PUPR. Kabupaten ini terpilih menjadi lokasi pelaksanaan program Sandes karena terdapat 27 desa di 9 kecamatan yang dinyatakan masuk zona merah penderita stunting.

Lokasi pelaksanaan program Sandes tahun anggaran 2020 di Kabupaten Mamasa tersebar di 5 kecamatan dan 10 desa yaitu:

  1. Kecamatan Buntu Malangka di Desa Salurindu;
  2. Kecamatan Tanduk Kalua di Desa Pambe, Desa Orobua Timur, dan Desa Tamalantik;
  3. Kecamatan Sesena Padang di Desa Paladang;
  4. Kecamatan Nosu di Desa Siwi dan Minanga Timur;
  5. Kecamatan Mamasa di Desa Lambanan, Desa Lambu Sarutu, dan Desa Pebassian.

Pelaksanaan program Sandes di Kabupaten Mamasa dimulai sejak 3 April 2020 dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi desa di tujuh desa. Sedangkan pelaksanaan sosdes di tiga desa lainnya dilakukan pada 8 April 2020. Sosialisasi desa merupakan tahapan awal pelaksanaan program, yang diikuti oleh masyarakat desa.

Meski dalam kondisi darurat pandemi corona (COVID-19), tim fasilitator kabupaten (faskab) dan tenaga fasiltator lapangan (TFL) tetap berkomitmen melaksanakan tugas pendampingan kepada masyarakat. Beruntung, tim faskab dan TFL Mamasa telah termobilisasi ke lokasi sejak awal April, di mana saat itu kabupaten ini masih belum memberlakukan pembatasan orang luar masuk. Ibarat gayung bersambut, komitmen tim faskab dan TFL ini mendapat respon antusias oleh dinas terkait yaitu Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Dinas Kesehatan. Respon positif juga ditunjukkan oleh aparat tingkat kecamatan dan desa serta masyarakat luas.

Pandemi corona tidak menghentikan langkah tim faskab dan TFL Mamasa. Tim beserta masyarakat tidak hanya berdiam diri menunggu namun terus beraksi dalam melakukan proses perencanaan program Sandes TA 2020. Kendati demikian, tim faskab dan TFL selalu menghimbau masyarakat untuk menaati protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan KemenPUPR pada pekerjaan Padat Karya. Penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta social and physical distancing merupakan hal wajib yang diterapkan dalam setiap tahapan kegiatan masyarakat.

Semangat masyarakat ditunjukkan dengan antusiasme mengikuti proses tahapan perencanaan walaupun dengan pertemuan terbatas 5 sampai 10 orang dan sosialisasi dilakukan door to door. Tingginya antusiasme dalam tahap perencanaan dikarenakan masyarakat telah memiliki kesadaran akan kebutuhan sanitasi layak. Di 10 desa lokasi Sandes, secara umum kondisi kloset/jamban keluarga masih cukup memprihatinkan. Banyak keluarga yang belum memiliki jamban, banyak juga ditemukan kondisi jamban masih terbuka, serta septic tank belum memenuhi standar teknis kedap air.

Di samping itu, masyarakat juga berharap pekerjaan fisik program ini segera dilaksanakan agar masyarakat bisa bekerja secara padat karya. Pelaksanaan program padat karya berarti masyarakat dapat memperoleh penghasilan atas hasil kerjanya. Tentu di tengah pandemi seperti saat ini, hal tersebut menjadi sangat berharga, mengingat banyak pekerjaan keseharian masyarakat yang terhenti.

Komitmen tim faskab dan TFL, dukungan dinas/instansi terkait dan aparat desa serta antusiasme masyarakat berbuah manis. Kabupaten Mamasa menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang hingga akhir April 2020 telah menyelesaikan tahapan perencanaan pelaksanaan program Sandes T.A. 2020. Untuk selanjutnya, Kabupaten Mamasa siap untuk melaksanakan tahap berikutnya hingga melakukan pencairan dana tahap I. Harapannya, pelaksanaan program Sandes di Kabupaten Mamasa dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat merasakan manfaat yang diperoleh. (adv sandes reg 1/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar