Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Sanitasi Buruk: Menjadi Sumber Penyebaran Penyakit

LOMBOK TENGAH, plpbm.pu.go.id – Sarana dan prasarana sanitasi yang baik memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Berbagai masalah kesehatan akan muncul dan berkembang karena buruknya sistem sanitasi. Dampak yang ditimbulkan bisa berlangsung dalam kurun waktu yang tak sebentar. Selain masalah kesehatan, kondisi sanitasi yang buruk juga dapat mengakibatkan stunting pada anak.

Penerapan sanitasi yang baik akan mempengaruhi kehidupan masyarakat dan lingkungannya, khususnya lingkungan fisik, seperti; tanah, air, dan udara. Sehingga kondisi ini dapat menciptakan:

a. kondisi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi manusia;

b. mencegah timbulnya berbagai penyakit yang bersumber dan berkembang di air;

c. menciptakan lingkungan yang nyaman untuk tempat tinggal dan terhindar dari situasi bau yang tidak sedap;

d. menghindari pencemaran lingkungan yang lebih luas; dan

e. mengurangi jumlah persentase orang sakit akibat sanitasi buruk di suatu daerah.

Indikasi penyakit akibat buruknya kualitas sanitasi sangat beragam, mulai dari mengalami sakit perut, diare, masalah BAB, aneka penyakit kulit, cacingan, disentri, tipus, hingga kolera. Penderitanya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semua berpotensi menjadi korban akibat sanitasi buruk.

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap sistem sanitasi, menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan terciptanya kondisi lingkungan yang buruk dan permasalahan kesehatan di masyarakat. Seperti yang dialami oleh warga Dusun Bat Peken, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jongat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Belum lama ini, sembilan orang yang berasal dari empat keluarga di wilayah tersebut terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

DBD adalah penyakit yang berasal dari virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus yang menetaskan jentiknya pada air yang menggenang. Air tergenang ini banyak ditemui pada lingkungan dengan sanitasi buruk.

Untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni sebagai berikut:

a. tempat penampungan kotoran manusia;

b. tempat penampungan limbah rumah tangga;

c. saluran pembuangan limbah rumah tangga maupun sampah yang dapat menjadi sarana penyebaran kuman dan penyakit;

d. suplai air bersih untuk rumah tangga dan saluran air bersih; dan

e. kondisi umum lingkungan.

Sanitasi menjadi salah satu kunci yang harus diperhatikan untuk keberlangsungan hidup manusia. Melalui Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementerian PUPR, program sanitasi berbasis padat kerja kian gencar dijalankan. Percepatan pembangunan di berbagai daerah yang memiliki sistem sanitasi kurang baik, menjadi prioritas utama dalam pencapaian target dalam rangka penyehatan lingkungan dan penerapan pola di masyarakat. Terlebih pada saat ini, dunia sedang mengalami pandemi COVID-19, penyakit yang belum ada obatnya. Kebersihan lingkungan dan sistem sanitasi menjadi kunci utama dalam menekan dan mengurangi resiko terpaparnya masyarakat dari virus tersebut dan berbagai macam bibit penyakit lainnya. (Adv. Sanreg Wiltim/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar