Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

SRIKANDI PEGIAT SANITASI DARI TUNGGORONO

Nama lengkapnya Rapiah Dewi, biasa dipanggil bu Rapiah, seorang ibu rumah tangga yang dipercaya oleh warga Kelurahan Tunggorono Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara sebagai Koordinator LKM Maju Bersama. Di kepengurusan LKM “Maju Bersama” bukan beliau saja yang perempuan namun sekretaris dan bendaharanya pun juga perempuan, ibu Elliani dan ibu Ernawati Rohana. Tiga tahun terakhir tiga srikandi ini dipercaya masyarakat mengelola program di kelurahan mereka terutama program KOTAKU dan Sanimas IsDB. Khusus Sanimas IsDB kelurahan ini sudah 3 tahun mendapatkan alokasi BLM yaitu tahun 2015 sebanyak 3 lokasi, tahun 2017 sebanyak 4 lokasi, dan 2018 sebanyak 1 lokasi dengan hasil yang baik dan manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat Tunggorono.

Kegiatan Sanimas IsDB tahun 2018 di kelurahan ini yaitu di Lingkungan 16 Komplek Arhanud. Kondisi lingkungan ini sebelum ada SPALD_T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik_Terpusat) cukup rawan sanitasi dengan lingkungan yang padat penduduk 73 KK terdiri dari 362 jiwa. Warga membuang air limbah domestik dari dapur dan kamar mandi ke selokan terbuka dan ke halaman belakang rumah mereka sehingga timbul genangan air limbah, sebagian rumah warga belum memiliki tangki septik dan kalaupun sudah memiliki tidak berfungsi dengan baik sehingga sebulan sekali harus memanggil mobil tangki sedot tinja dengan biaya Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah). Kondisi seperti ini yang menarik minat warga untuk mengajukan diri sebagai lokasi Sanimas IsDB setelah melihat langsung keberhasilan SPALD_T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik_Terpusat) di lingkungan lain yang sudah terbangun.

Pelaksanaan Sanimas IsDB tahun 2018 di Lingkungan 16 Arhanud menjadi lebih istimewa karena ketua, sekretaris dan bendahara KSM “Bersama Rakyat” pun semuanya perempuan ibu rumah tangga. Kolaborasi enam orang perempuan pengurus LKM dan KSM ini ternyata sangat mewarnai proses perencanaan, pengambilan keputusan dan selama pelaksanaan pembangunan SPALD-T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik_Terpusat). Mulai dari pemilihan perancangan bangunan penunjang, tata letak SPALD-T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik_Terpusat), dan peruntukan bangunan penunjang yang semuanya resposif gender dengan memperhatikan kepentingan perempuan dan anak-anak. Stigma negatif bahwa perempuan lemah, tidak bisa tegas dimentahkan oleh enam srikandi pegiat sanitasi di Kelurahan Tunggorono ini. Rajin turun ke lapangan, koordinasi yang baik dengan Lurah dan TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan), kemampuan mengorganisir pekerjaan lapangan termasuk pengelolaan tenaga kerja membuktikan kemampuan enam srikandi ini. Tak heran jika kita menjumpai enam srikandi ini berpanas-panas ria melakukan monitoring pelaksanaan fisik, bahkan berani dengan tegas menegur pekerja yang terlihat santai-santai saat jam kerja atau menegur pekerja yang istirahatnya terlalu lama. Dan ternyata teguran seorang perempuan cukup efektif membuat patuh para pekerja, mungkin ada rasa malu mereka ditegur oleh seorang perempuan.

Buah dari kerja keras dan kerjasama enam srikandi pegiat sanitasi ini tidak sia-sia. Pengerjaan SPALD_T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik _Terpusat) selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan dan dengan bangunan penunjang yang bermanfaat bagi warga Lingkungan 16. Sebanyak 63 SR (Sambungan Rumah) terkoneksi melayani 73 KK (Kepala Keluarga) 362 jiwa dimana 60 KK (Kepala Keluarga) diantaranya adalah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), dengan bangunan penunjang berupa lapangan badminton dan taman bunga beserta arena bermain anak dilengkapi dengan ayunan. Setiap sore arena ini ramai digunakan warga untuk berolahraga atau bermain badminton dan untuk tempat bermain anak-anak. Tidak terlihat lagi genangan air limah di selokan terbuka di lingkungan ini, semua air limbah rumah tangga sudah masuk dan diolah di SPALD_T (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik_Terpusat). Untuk keberlanjutan, pemeliharaan dan pengembangannya kedepan, warga sudah menyepakati iuran bulanan sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah).

Bravo Srikandi Pegiat Sanitasi Tunggorono......

Oleh :
Idee Sasongko
TL RPMC 1 Sanimas IsDB

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar