Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Perjalanan Menuju Lokasi Dampingan di Natuna

NATUNA, plpbm.pu.go.id – Pada pelaksanaan program Sanimas Reguler, sekitar 80% lokasi penerima manfaat berada tidak jauh dari ibukota Kabupaten. Program ini memiliki syarat yakni lokasi harus memiliki akses yang mudah untuk keperluan pengiriman pipa sambungan rumah. Jumlah pipa cukup banyak sehingga harus diangkut dengan truk. Selain itu, syarat kemudahan akses juga dikarenakan akan dilakukan pengurasan IPAL setelah 4 atau 5 tahun pemanfaatan.

Dalam kenyataannya, terdapat beberapa lokasi yang cukup jauh serta akses menuju lokasi tergolong sulit. Perjalanan dari pusat ibukota kabupaten menuju lokasi dampingan bervariasi mulai dari di bawah 1 jam hingga harus menempuh perjalanan selama 16 jam dengan kapal motor. Hal ini terjadi pada perjalanan fasilitator ketika akan menuju ke Pulau Serasan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepuluan Riau. Pejalanan menuju lokasi ini harus dtempuh melalui jalur darat dan laut.

Fasilitator bertugas untuk memberikan pendampingan kepada setiap KSM di lokasi penerima manfaat. TFL terkontrak dengan Satuan Kerja Provinsi untuk memfasilitasi 1 hingga 2 lokasi. TFL mendapatkan pendampingan dan dukungan dari Fasilitator Provinsi. Tugas pertama pendamping yaitu melakukan sosialisasi program dan pembelajaran mengenai sanitasi kepada masyarakat. Ketika mulai pekerjaan di lokasi dampingan, para TFL dihadapkan dengan sejumlah dinamika dan kondisi perdesaan. Terkait dengan sanitasi, TFL dihadapkan dengan kondisi sanitasi yang tidak baik, kondisi WC seadanya, atau BAB di sembarang tempat.

Perjalanan melelahkan menuju lokasi terbayar lunas dengan antusiasme sambutan masyarakat. Kegiatan sosialisasi dengan tempat seadanya seperti menggunakan masjid, di halaman warga, atau di balai desa, tidak mengurangi proses penyampaian informasi tentang program.  Walaupun saat ini kondisi pandemi COVID-19, hal ini tidak mengurangi tingkat partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program. Hal ini menunjukan bahwa semangat masyarakat dan kesadaran akan kebutuhan sanitasi sangat tinggi. Dengan adanya program Sanimas Reguler di Kabupaten Natuna, diharapkan tingkat kesehatan masyarakat meningkat. (Adv. Sanreg Wilbar/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar