Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Upaya Mencegah Penyebaran COVID-19

JAKARTA, plpbm.pu.go.id – Meluasnya peryebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Indonesia mengakibatkan berbagai upaya pencegahan digalakkan. Fokus upaya pencegahan adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Beberapa cara efektif yang dapat dilakukan yakni social distancing, isolasi mandiri, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebagaimana PHBS telah sering disosialisasikan oleh Kementerian PUPR melalui berbagai program dan kegiatan.

Kasus COVID-19

Virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina ini telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Saat ini, virus corona telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Di Indonesia sendiri, kasus pertama yang terdeteksi yakni pada 2 Maret 2020. Hingga tulisan ini dibuat, terdapat 1.667 kasus (01/04/20) konfirmatif yang berasal dari 32 provinsi.

COVID-19 menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pernapasan. Awalnya, penderita akan mengalami gejala yang menyerupai gejala flu, namun seiring waktu, penderita umumnya demam hingga 38 oC hingga mengalami kesulitan dalam bernapas. Penanganan penderita COVID-19 dilakukan pada ruang isolasi tertutup di rumah sakit rujukan yang ditetapkan pemerintah.

Bagaimana COVID-19 menyebar?

Penularan terjadi melalui percikan air akibat batuk atau bersin (droplet) dari penderita COVID-19. Virus menginfeksi manusia ketika droplet yang terkontaminasi dihirup atau disentuh sehingga akan menempel pada selaput lender mata, mulut, hidung, dan saluran napas termasuk paru-paru.

Virus ini mudah menyebar terutama pada lingkungan yang ramai dan penuh orang dengan jarak < 1,5 meter. Virus dapat menempel pada tubuh dan pakaian, apabila terkena droplet penderitanya. Selain itu, seseorang yang terinfeksi juga mampu menularkan virus ini meskipun belum timbul gejala, yang disebut sebagai carrier.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah COVID-19?

Beberapa langkah efektif dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Selain social distancing dan isolasi mandiri, penerapan PHBS juga mampu meminimalisir kemungkinan terpapar virus. Perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan yakni dengan membiasakan diri mencuci tangan, setiap sebelum dan sesudah beraktivitas. Mencuci tangan dilakukan pada air mengalir dan dengan menggunakan sabun. Selain itu juga dapat dilakukan dengan pembersih tangan berbasis alkohol, yang berperan sebagai disinfektan.

Permukaan benda dan pakaian perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penularan melalui droplet yang masih menempel. Permukaan benda dibersihkan menggunakan disinfektan atau cairan pembersih agar virus tidak berkembang. Upaya-upaya PHBS tersebut tentu harus disertai dengan asupan gizi seimbang agar daya tahan tubuh meningkat.

Apabila sedang sakit, sebaiknya menerapkan etika batuk dan bersin, yakni menjauhi keramaian, serta menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku. Setelahnya, tisu dibuang ke tempat sampah tertutup. Masker sebaiknya digunakan oleh orang yang sedang sakit, untuk menghindari penyebaran droplet pada orang yang sehat.

Memutus mata rantai penyebaran COVID-19

Dalam masa ini, menghindari keramaian adalah upaya preventif yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Upaya social distancing, isolasi mandiri, dan penerapan PHBS dapat dilakukan oleh siapapun. Diiringi dengan asupan gizi seimbang dan aktif beraktivitas (olahraga), upaya mitigasi yang dilakukan akan membawa dampak positif. Diharapkan, dengan menggalakkan kampanye #diamdirumah dan membiasakan diri mencuci tangan, masyarakat Indonesia akan terhindar dari COVID-19.

Kementerian PUPR melalui program yang dijalankan, senantiasa mendukung pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan. Selain itu, dengan menerapkan PHBS masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup. (pub.ibm)

Sumber :

Keterangan pers oleh Achmad Yurianto (juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19) pada 1 April 2020

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar