Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Perempuan Tangguh dari Biak Numfor, Memperjuangkan Sanitasi di Perdesaan

BIAK NUMFOR, plpbm.pu.go.id – Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu kabupaten di provinsi Papua yang menerima bantuan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya (Sandes) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di tahun 2020. Dalam pelaksanaannya, tahap pertama yang dilakukan yakni tahap perencanaan program.

Pemberlakuan pembatasan wilayah dan punutupan akses transportasi di seluruh wilayah Papua tanpa terkecuali Kabupaten Biak Numfor,  menyebabkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) selaku pendamping program tidak dapat dimobilisasi ke desa. Hal ini tentu merupakan kendala sehingga mengakibatkan terhambatnya pelaksanaan program di seluruh wilayah Papua.

Namun demikian, di balik hambatan terlihat cahaya terang. Meski fasilitator tidak dapat dimobilisasi ke desa-desa, terdapat pula fasilitator yang menjadi motor penggerak pelaksanaan Sandes di Biak Numfor, Dari total 10 TFL di Kabupaten Biak Numfor, terdapat tiga TFL perempuan yang berdomisili di lokasi pelaksanaan program. Mereka adalah Hasriani, Octa Karapa dan Lisa Wakum. Tiga perempuan tangguh ini berusaha dengan penuh rasa tanggung jawab membantu sesama TFL yang tidak dapat menuju ke lokasi tugas. Ketiganya membantu dengan berkunjung ke semua desa lokasi program yang ada di Biak Numfor.

Dengan semangat menyadarkan masyarakat akan pentingnya sanitasi layak dan PHBS serta membantu perekonomian masyarakat, menjadi tanggung jawab tersendiri yang ditanggung oleh ketiga TFL perempuan ini. Menerjang berbagai hambatan di desa yang lokasinya sulit diakses sehingga harus ditempuh dengan berjalan kaki tetap dilakukan dengan semangat. Selain itu, pemberlakuan karantina desa juga membuat tiga TFL perempuan ini harus melakukan karantina mandiri di dua lokasi desa yaitu Desa Maryendi, dan Desa Sambowofuar.

Dalam melakukan survei lapangan dan sosialisasi di tiap-tiap desa, tiga TFL perempuan ini selalu mengacu pada protokol pencegahan COVID-19 yang berlaku. Masyarakat pun mematuhi aturan seperti membatasi jumlah peserta sosialisasi, serta mewajibkan masyarakat menggunakan masker dan menjaga jarak. Walaupun dengan berbagai pembatasan, antusias masyarakat yang hadir sangat besar. Masyarakat Biak Numfor bertekad dan siap untuk mendukung serta menjalankan kegiatan Sandes dengan penuh rasa tanggung jawab dan gotong royong.

Keberanian tiga TFL perempuan tersebut membuahkan hasil manis. Hingga kini tahap perencanaan program Sanitasi Perdesaaan Padat Karya T.A. 2020 di Kabupaten Biak Numfor berjalan lancar. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan survei awal serta sosialisasi dan pembentukan KSM – KPP pada 10 (sepuluh) desa penerima palaksanaan program Sandes di Kabupaten Biak Numfor. (Adv. Sandes Reg. 5/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar