Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Pemberdayaan Perempuan dalam Pelaksanaan TPS 3R KSPN Borobudur

MAGELANG, plpbm.pu.go.id – Pembangunan infrastruktur di kawasan wisata oleh Kementerian PUPR secara masif dilakukan di tahun anggaran 2020 ini. Tidak terkecuali dengan wilayah Candi Borobudur yang masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Timbulan sampah akibat kegiatan pariwisata perlu dikelola lebih lanjut, serta diperlukan pembiasaan di lingkungan masyarakat sekitar dalam pengelolaan sampah. Sehingga Kementerian PUPR membangun TPS 3R di 12 Desa di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. TPS 3R yang termasuk infrastruktur berbasis masyarakat ini, salah satunya dibangun di Desa Borobudur.

Di Desa Borobudur, masyarakat banyak terdampak pandemi COVID-19. Kehilangan pendapatan menjadi permasalahan yang dihadapi banyak orang. Beruntung, kehadiran program TPS 3R ini justru dapat menjadi solusi dari kegelisahan masyarakat. Proses konstruksi TPS 3R berhasil menyerap banyak sumber daya lokal baik material maupun sumber daya manusia.

Jika di wilayah lain hanya kaum laki-laki saja yang diberdayakan sebagai tukang atau pekerja, tidak demikian dengan warga Desa Borobudur. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Borobudur Lohjinawi berinisiatif mengajak ibu-ibu yang terdampak COVID-19 untuk turut serta berperan dengan cara berjualan di sekitar lokasi pembangunan TPS 3R. Sebelum pandemi melanda, mereka berjualan di area Candi Borobudur—baik berjualan makanan maupun pakaian. Namun, setelah Candi Borobudur ditutup sejak 4 bulan lalu, mereka mengaku tak memiliki pemasukan sama sekali.

Tawaran dari KSM disambut baik oleh ibu-ibu dengan langsung berjualan di sekitar lokasi pembangunan TPS 3R. Mereka mengaku senang karena bisa kembali memiliki pendapatan meskipun tidak besar. Cukup untuk kehidupan sehari-hari. Sebetulnya, tak hanya ibu-ibu penjual yang diuntungkan tetapi juga para pekerja. Saat jam istirahat, beberapa pekerja terlihat menikmati kudapan yang dijajakan atau sekadar memesan es teh manis sebagai pelepas dahaga. Dengan program TPS 3R ini, warga berharap permasalahan persampahan di Desa Borobudur dapat teratasi.

Sampah terkelola, warga berdaya. Salam 3R! (Adv. TPS 3R Wilbar/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar