Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Pelatihan Pembuatan Ecobrick Sebagai Sarana Edukasi Pengelolaan Sampah

LOMBOK UTARA, plpbm.pu.go.id – Salah satu kunci keberhasilan pengelolaan TPS 3R adalah keberlangsungan pemilahan sampah yang dilakukan sejak dari sumber penghasil sampah. Untuk memastikan pemilahan sampah dari sumbernya, diperlukan kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah. Sosialisasi dan edukasi ini adalah sebuah bentuk usaha untuk memicu perubahan perilaku, meningkatan kesadaran dan pematangan pola pikir masyarakat terhadap isu pengelolaan sampah.

Seperti kegiatan pelatihan pembuatan ecobrick yang merupakan rangkaian kegiatan pendampingan program TPS 3R ini dilakukan oleh pengurus KPP Repeli Apan Baya dan KPP Jenggala Mandiri. Lokasi pelatihan ada di Dusun Muhajirin, Desa Jenggala dan RT 04 Dusun Lokok Gitak, Desa Gondang, Kec. Gangga, Kab. Lombok Utara. Kegiatan pelatihan pembuatan ecobrick ini dilakukan pada minggu keempat bulan Juli 2020 lalu.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Dwi Sandi selaku Ketua KPP Repeli Apan Baya dan Ibu Sapniwati selaku Ketua KPP Jenggala Mandiri. Kegiatan ini terdiri dari 4 penyampaian materi dan diskusi mengenai penjelasan definisi dan perkembangan ecobrick, alat dan bahan yang diperlukan saat membuat ecobrick, bagaimana cara pembuatan ecobrick serta tips dan trik membuat desain ecobrick yang menarik dan unik.

Pelaksanaan pelatihan pembuatan ecobrick ini bertujuan untuk mengenalkan salah satu metode recycle sampah anorganik khususnya sampah plastik, memahami teknik pembuatan ecobrick dan memahami bagaimana konsep dan praktik recycle sampah plastik yang dapat dilakukan masyarakat. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Dengan ini, sampah-sampah plastik akan tersimpan terjaga di dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, menggunung, tertimbun dan lain-lain. Ecobrick juga dapat dikatakan menjadi solusi untuk limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan pelatihan ecobrick ini, kami merasa terbantu setidaknya dalam bagaimana menangani masalah sampah, terutama sampah plastik di lingkungan kami. Selain itu, kami juga merasa diberi perspektif dan pandangan lain terhadap sampah, bahwa sampah juga mempunyai nilai ekonomi dan nilai estetika, dimulai dari sebuah ecobrick, di mana ecobrick yang telah jadi dapat dimanfaatkan dan dibentuk menjadi barang furnitur seperti kursi, sofa, meja, dan lain sebagainya.” jelas Muhammad Suhaedi, anggota KPP Repeli Apan Baya.

Diharapkan setelah pelatihan ini, masyarakat dapat mengimplementasikan ilmu terkait pengelolaan sampah dan dapat menghasilkan produk baru yang mempunyai nilai dan daya jual yang baik, sehingga mampu memotivasi pemanfaat TPS 3R agar menjadi lebih produktif. Besar harapan juga agar kegiatan seperti ini terus berlanjut, setidaknya berfungsi sebagai ajang praktik dan berbagi pengalaman terkait dalam upaya mengurangi sampah dan sharing dalam hal manajemen pengelolaan TPS 3R. (Adv. TPS 3R Wiltim/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar