Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Pelaksanaan Sandes Padat Karya di Jawa Tengah

JAKARTA, plpbm.pu.go.id – Sanitasi Perdesaan Padat Karya merupakan program yang dibuat atas perintah Presiden Joko Widodo dalam agenda pemerintahan tahun 2018 lalu. Pendanaan program sanitasi perdesaan padat karya sendiri berasal dari berbagai sumber seperti Pemerintah Pusat (APBN), Pemerintah Desa, dan Swadaya Masyarakat.

Program ini dibuat guna memberdayakan masyarakat marginal atau miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja, dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan, serta menurunkan angka stunting. Melalui pelaksanaan program Sanitasi Perdesaan Padat Karya diharapkan dapat memberikan pemahaman khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tentang pola hidup bersih yang dapat menekan angka gizi buruk dan stunting di Indonesia.

Maksud dan tujuan program sanitasi perdesaan padat karya ini adalah guna menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan pembangunan secara swakelola dan padat karya, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat Desa, meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat desa, mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, perempuan, anak, dan kelompok marginal kepada pelayanan dasar, dengan berbasis pendekatan pemberdayaan masyarakat, menekan jumlah penganggur, setengah penganggur dan masyarakat miskin, membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi di desa; dan meningkatkan akses sanitasi.

Berdasarkan hal tersebut, dalam keadaan pandemi beberapa lokasi melakukan percepatan pelaksanaan program. Hal ini dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat atau dalam hal ini, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat. Sehingga masyarakat tetap mendapat pekerjaan serta memperoleh penghasilan di tengah perubahan gejolak ekonomi.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan fisik pun perlu memperhatikan aturan-aturan khusus. Protokol pencegahan COVID-19 secara taat dilaksanakan. Contohnya seperti pelaksanaan konstruksi Sandes di Kabupaten Klaten. Sebelum memulai pekerja, para tukang harus dalam keadaan sehat dan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu, masker juga wajib digunakan selama konstruksi dan himbauan cuci tangan dengan sabun selalu menjadi perhatian. (Adv. Sandes reg. 2/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar