Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

PROGRAM SANDES PADAT KARYA KAPUAS

Pembangunan Sanitasi Perdesaan Padat Karya merupakan salah satu Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan skema Padat Karya Tunai dan dilaksanakan oleh Satuan Kerja Infrastruktur Berbasis Masyarakat dibawah nauangan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya. 

Di Kabupaten Kapuas, Tahun 2019 ini akan digelontorkan dana sebesar 3,5 milyar untuk sepuluh desa yang berada di pinggiran kota atau perdesaan dengan sasaran penerima manfaat adalah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki anak stunting, atau ibu hamil dan atau batita.

Tantangan kondisi topografi Kapuas yang merupakan wilayah rawa, sungai dan pesisir pantai serta sebagian dataran tinggi menjadi daya tarik tersendiri yaitu bagaimana pendampingan pelaksanaan program sandes padat karya ini berjalan sukses.

Kolaborasi antar elemen baik pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam keberlanjutan program sandes padat karya di Kalimantan Tengah. Hal ini dapat dilihat dalam proses penandatanganan PKS antara Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kalimantan Tengah bersama KSM yang telah berlangsung pada hari Rabu, 12 September 2019 kemarin di Kantor PIP2B Kalteng.

Adapun Isu hangat dimana kekhawatiran Masyarakat Desa Kabupaten Kapuas terkait keberlanjutan pengelolaan dan pemeliharaan tangki septik yang nantinya terbangun, telah mendapat kepastian dan dukungan penuh dari Pemda Kab Kapuas yaitu Dinas Pekerjaan Umum sebagai penanggung jawab. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja “Handel Palinget” yang dibangun pada tahun 2015 telah siap menampung Lumpur Tinja dari warga Kapuas. Tindak Lanjut ke depannya adalah Peningkatan Sarana dan Prasarana Pengangkutan Lumpur Tinja serta alternatif teknologi Pembangunan IPLT Skala Lingkungan menjadi terobosan untuk keberlanjutan Program Sandes Padat Karya di Kabupaten Kapuas.

Dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Sandes Padat Karya, Kepala Satker PLP Kalteng didampingi oleh PPK PLP Ibu Maria, memimpin rapat PKS serentak untuk seluruh KSM di Kabupaten Kotawaringin dan Kabupaten Kapuas yang terdiri dari 10 KSM Kabupaten Kapuas dan 6 KSM  Kabupaten Kotawaringin Timur didampingi juga oleh Kepala Desa masing-masing. Sepuluh kepala desa di Kabupaten Kapuas  telah hadir dalam acara ini yaitu Kepala Desa Naning, Desa Lamunti, Desa Saka BInjai, Desa Palangkai, Desa Terusan Raya Hulu, Desa Sei Tatas Hulu, Desa Sei Tatas Hilir, Desa Kaladan, Desa Palingkau Asri dan Desa Palingkau Jaya. Sedangkan dari Kabupaten Kotawaringin Timur hadir desa calon penerima manfaat yaitu Desa Handil Sohor, Desa Lampuyang, Desa Bukit Harapan, Desa Babaung, Desa Ujung Pandaran dan Desa Bawan.

“Dari sandes padat karya ini kita belajar bagaimana membangun dan mengelola sanitasi yang baik dan sehat serta yang paling penting kita dapat mereplikasi untuk kedepannya melalui dana desa dan dana lainnya agar masyarakat di kalteng khususnya kapuas dan kotawaringin timur dapat ‘bebas stunting’ dan juga meningkat taraf hidup dan derajat kesehatannya.” tegas Bapak Irbar, Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Kalteng.

Komitmen yang dibangun dalam proses PKS ini diharapkan menjadi ‘multiple effect’ tidak hanya untuk kesuksesan program sandes padat karya tahun 2019 yang akan segera masuk ke pembangunan fisik ini, namun juga akan memberikan pemahaman dan motivasi bagi kepala desa kabupaten kotawaringin timur dan kapuas dalam melanjutkan program sandes padat karya. Salah satunya selaras dengan instruksi dari Bupati Kapuas dalam gerakan penanganan stunting melalui pembangunan jambanisasi  keluarga dan penyediaan air bersih. Bupati Kapuas Bapak Ben Brahim mewajibkan alokasi anggaran Tahun 2020 dari APBDes dan DPA Kelurahan untuk membangun Toilet Individu yang layak dan sesuai standar.

Dua kata kunci dalam Program Sandes Padat Karya adalah Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan secara langsung melalui Padat Karya Tunai dan Pemberdayaan Masyarakat. 

Dengan pemahaman tersebut, maka telah dilakukan upaya percepatan pelaksanaan Sandes Padat Karya di Kapuas yaitu pelatihan pembuatan media filter dari kemasan air mineral bekas yang difasilitasi oleh Advisory Padat Karya Region IV sebagai bagian dari Kegiatan Monev pada hari Jumat, 13 September 2019 di Desa Palangkai.

Pada kesempatan yang bertajuk FGD Konstruksi dan Paska Konstruksi  di Desa Palangkai selain dilakukan pelatihan pembuatan media filter dari kemasan air mineral bekas yang diikuti oleh Ibu-Ibu Penerima Manfaat Desa Palangkai, dibuka juga forum sharing dan tanya jawab kepada masyarakat terkait pelaksanaan program sandes padat karya di Desa Palangkai.

Isu yang menarik dari forum ini adalah kekhawatiran masyarakat palangkai dalam mengelola dan memelihara tangki septik yang nati akan dibangun.

Mereka bertanya, setelah dibangun tangki septik lalu bagaimana penyedotan lumpur tinjanya? Pertanyaan ini pastinya menjadi kebingungan dan kekhawatiran tidak hanya desa palangkai saja tapi seluruh desa di kabupaten kapuas terutama yang berada di pinggiran pantai dan sungai.

Hal ini pun menjadi pemikiran dari tim advisory. Oleh karena itu, dilakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kapuas dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum, Bidang Cipta Karya untuk menjawab dan menindaklanjuti pasca pembangunan program sandes padat karya di kabupaten kapuas. Maka pada kesempatan FGD di Desa Palangkai, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas diwakili oleh Bapak Umi Lono, dari Dinas Pekerjaan Umum Kapuas telah hadir dan memastikan langsung kepada masyarakat bahwa Dinas PU Kapuas antisipastif terhadap keberlanjutan program sandes padat karya.

Beliau mengatakan ke depannya akan mempersiapkan sarana dan prasarana pengangkutan lumpur tinja yang compatible seperti kendaraan motor beroda tiga. Selanjutnya akan diolah di IPLT Handel Palinget yang telah beroperasi saat ini dan masih sangat besar kapasitasnya. Alternatif lainnya adalah pembangunan IPLT Skala Lingkungan di setiap desa yang sulit dijangkau sehingga bisa tuntas ditempat.

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar