Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

OASE bersama KemenPUPR Membangun Kolaborasi dalam Bidang Sanitasi di Kampung Kenari, Kota Serang

SERANG – Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Bidang IV mengenai Lingkungan Bersih dan Sanitasi melaksanakan kegiatan bantuan jambanisasi dan sosialisasi Gerakan Indonesia Bersih (GIB) pada Senin, 24 Februari 2020. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Kenari, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tersebut beririsan dengan lokasi pembangunan SANIMAS IsDB yang merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Kegiatan yang dibuka oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi oleh Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta istri menteri Kabinet Indonesia Maju ini merupakan wujud kolaborasi dalam rangka membangun sanitasi Indonesia yang berkelanjutan. Pencanangan dukungan 1000 jamban, sumur artesis, dan IPAL, serta sosialisasi GIB oleh OASE adalah bagian dari sinergi dengan program SANIMAS IsDB yang dijalankan oleh Kementerian PUPR.

Sosialisasi Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang dilaksanakan OASE merupakan bentuk edukasi masyarakat. Keluaran yang diharapkan yakni membangun perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta untuk memelihara keberlanjutan fasilitas sanitasi yang telah terbangun.

Adapun SANIMAS IsDB merupakan program Sanitasi Berbasis Masyarakat melalui penyediaan SPALD-T (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat) dengan sumber pinjaman dana dari Islamic Development Bank (IsDB). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses sanitasi. Dengan ketersediaan sarana dan prasarana sanitasi, derajat kesehatan masyarakat akan meningkat.

jadwal

Di lokasi yang sama, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Prasetyo menyampaikan, “SANIMAS IsDB di Kampung Kenari saat ini telah selesai terbangun, melayani 51 sambungan rumah, dengan 69 KK penerima manfaat atau setara dengan 277 jiwa. Dengan penambahan program OASE, saat ini SPALD-T melayani tambahan 9 sambungan rumah.”

Saat ini, pencanangan 25 jamban yang telah terbangun serta 51 sambungan rumah merupakan bentuk stimulant dan percontohan. Ia juga menambahkan, “Secara keseluruhan, program SANIMAS IsDB telah melaksanakan pembangunan prasarana dan sarana air limbah permukiman di 642 lokasi di seluruh Indonesia.”

Dalam penyelenggaraannya, kegiatan SANIMAS IsDB menekankan pada pelibatan masyarakat secara utuh. Masyarakat ikut serta dalam tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan pembangunan sampai dengan operasional dan pemeliharaan prasarana dan sarana terbangun.

Setelah sarana selesai terbangun diharapkan pemerintah daerah ikut terlibat aktif dalam keberlanjutan sarana sanitasi terbangun. Prasetyo juga menyampaikan, “Peran Pemda yakni seperti mengalokasikan anggaran untuk KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara), uji effluent secara berkala, penyedotan lumpur tinja, serta penambahan sambungan rumah. Upaya ini menunjukkan bahwa keberlanjutan prasarana sanitasi merupakan tanggung jawab bersama.”

Program ini sejalan dengan salah satu target Sustainable Development Goals, yakni poin keenam, “Clean Water and Sanitation”. Melalui penyediaan fasilitas sanitasi, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses fasilitas vital tersebut, sehingga kasus penyebaran penyakit yang bersumber dari air berkurang. (pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar