Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Mobilisasi ke Lingga Ditolak di Pelabuhan Hingga Karantina Mandiri di Gedung Daerah

LINGGA, plpbm.pu.go.id – Sebagai salah satu lokasi sasaran pelaksanaan Sandes TA. 2020, Kabupaten Lingga yang terdiri dari gugusan-gugusan pulau menjadi lokasi dampingan tim fasilitator. Lokasi sasaran Sandes akan dilaksanakan di beberapa pulau yang cukup sulit untuk diakses. Sementara itu, seorang Fasilitator Kabupaten (faskab) dan sepuluh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Kabupaten Lingga berasal dari luar wilayah tersebut. Sehingga perlu untuk dilakukan mobilisasi ke lokasi dampingan.

Tim fasilitator merencanakan keberangkatan pada 30 April 2020. Namun demikian, Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa seluruh transportasi ditiadakan hingga 1 Juni 2020. Tim fasilitator mencari informasi lebih lanjut untuk mengupayakan rencana keberangkatan ke Kabupaten Lingga. Diperoleh informasi bahwa kapal Dumai – Tanjung Pinang masih beroperasi. Segera fasilitator melakukan pemesanan tiket travel untuk menuju Dumai. Tepat sehari sebelum keberangkatan, Kapal Dumai Line tidak lagi beroperasi, dikarenakan pelabuhan telah ditutup.

Tak berhenti, perjuangan tim fasilitator untuk mobilisasi menuju Kabupaten Lingga masih berlanjut. Setelah berkoordinasi dengan PPK dan BPPW, diperoleh informasi bahwa terdapat transportasi laut yang masih beroperasi, yakni kapal yang menuju ke Selat Panjang melalui Pelabuhan Buton, Kabupaten Siak. Sekali lagi, tim fasilitator harus mengurungkan niat untuk pergi ke Lingga karena Selat Panjang menutup diri untuk kedatangan dari luar daerah. Tim fasilitator harus kecewa sekali lagi, karena perjalanan jalur udara pun ditutup dan tak ada maskapai yang melakukan penerbangan di masa pandemi.

Merasa kecewa, tim fasilitator pun melaporkan kendala yang dihadapi melalui video conference dengan BPPW Kepulauan Riau, dan memutuskan untuk menunda keberangkatan. Setitik terang mulai nampak, melihat semangat dan perjuangan tim fasilitator, BPPW Kepri meminta bantuan pada Pemkab sehingga fasilitator akan dijemput dan diantarkan dari Tanjung Pinang menuju Lingga.

Setelah hampir putus asa, akhirnya tim fasilitator pun memulai keberangkatan menuju lokasi. Mereka berlayar dari Buton ke Tanjung Balai Karimun, kemudian disambung lagi dengan kapal Batam – Tanjung Pinang. Pengecekan kesehatan dilakukan secara ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19. Fasilitator pun beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Lingga. Koordinasi terus dilakukan dengan PPK di BPPW Kepulauan Riau.

Perjalanan dilanjutkan dari Tanjung Pinang menuju Kabupaten Lingga dengan menggunakan Kapal Speedboat Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Lingga dan berlabuh di pelabuhan Sungai Tenam, Lingga. Sesampainya di Lingga, tim gugus COVID-19 Lingga menyambut dan melakukan pengecekan administrasi maupun cek kesehatan fasilitator.

Belum selesai, perjuangan tim fasilitator masih terkendala penolakan oleh masyarakat di sekitar kantor faskab. Masyarakat merasa keberatan dengan kehadiran fasilitator yang berasal dari luar daerah. Berkoordinasi dengan RT dan Lurah setempat, belum juga ditemukan titik tengah permasalahan. Kendala tersebut dilaporkan pada PPK di BPPW. Koordinasi pun aktif dilakukan dengan Pemkab Lingga. Tak lama, Camat hadir di lokasi kantor faskab dimana terjadi penolakan masyarakat akan kehadiran fasilitator.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kepala Kesbangpol, yang langsung diteruskan pada Bupati Lingga. Bupati mengambil keputusan untuk meminta tim fasilitator untuk menginap di Gedung Daerah yang berada di pekarangan Kantor Bupati Lingga hingga waktu untuk perjalanan menuju desa masing masing. Tim fasilitator berangkat menuju Gedung Daerah dengan pengawalan ketat dari Camat, Kapolsek dan Tim Gugus COVID-19 Kabupaten Lingga.

Beruntung, tim fasilitator menerima sambutan hangat dari Pemerintah Daerah sehingga terbantu dengan penyelesaian masalah yang dihadapi. Setelah karantina, tim fasilitator melanjutkan mobilisasi ke desa dampingan masing-masing. Meski demikian, karantina mandiri 14 hari tetap dilakukan fasilitator sebelum melakukan tahap pelaksanaan Sandes TA. 2020. (Adv. Sandes reg. 1/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar