Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Menembus Rintangan Membangun Sarana Prasarana Sanitasi

BOVEN DIGOEL, plpbm.pu.go.id – Thadeus Kotonem selaku Bapak Kampung di Kampung Upkim, mendukung pelaksanaan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA. 2020 di kampungnya. Masyarakat Kampung Upkim juga terbuka dan antusias dalam pelaksanaan, karena hampir semua masyarakatnya belum memiliki jamban dan masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Kampung Upkim, Distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel dapat di tempuh selama 4 - 5 jam perjalanan dari pusat Kabupaten Boven Digoel. Hanya ada satu akses jalan menuju Kampung Upkim dimana kondisi jalannya masih tanah merah dengan kondisi hancur. Ditambah saat ini sedang musim hujan sehingga menambah berat dan lama mobilisasi bahan material sampai ke lokasi pendampingan program.

Tidak hanya Kampung Upkim saja yang akses jalannya masih jalan tanah tetapi hampir semua kampung lokasi kegiatan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun 2020 di Kabupaten Boven Digoel ini masih jalan tanah. Seperti Kampung Ujung, Distrik Arimop harus melewati 11 (sebelas) jembatan kayu dan jalan tanah untuk sampai di lokasi Program Sandes.

Beratnya akses terhadap lokasi kegiatan tidak membuat para TFL dan Faskab sebagai koordinator fasilitator patah semangat, mereka tetap aktif ke lokasi kegiatan. Fasilitator Kabupaten Boven Digoel sudah biasa menaklukan medan berat mendampingi para Tenaga Fasilitator Lapangan dalam menjalankan tugasnya untuk membangun perluasan akses sanitasi di Kampung Upkim Distrik Waropko, Kabupaten Boven Digoel. (Adv. Sandes Reg. 5/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar