Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Kementerian PUPR Turut Berupaya Mengentaskan Isu Persampahan Kawasan Wisata

Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap 21 Februari untuk mengenang peristiwa ledakan TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat. Peristiwa pada 21 Februari 2005 itu terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi serta ledakan gas metana, sehingga mengakibatkan 157 orang meninggal dunia dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) terkena longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigajah.

Gerakan HPSN merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan sampah secara kolektif dan partisipatif. Langkah penanganan sampah membutuhkan dukungan serta peran aktif multi-pihak dalam menjawab tantangan persoalan sampah di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari. Acara puncak HSPN pada tahun 2020 kali ini, diadakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dengan mengangkat tema “Indonesia Bersih, Indonesia Maju, dan Indonesia Sejahtera”.

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiona (RPJMN) 2020-2024 yaitu meningkatkan proporsi rumah tangga dengan akses sampah yang terkelola dengan baik menjadi 100% di perkotaan yaitu dengan 80% penangan dan 20% pengurangan, PUPR berkomitmen untuk mengentaskan masalah persampahan nasional. Komitmen tersebut terkandung di dalam Rencana Strategis (Renstra) PUPR 2020-2024 yaitu peningkatan persentase pemenuhan sampah terkelola menjadi 80% di perkotaan.

Selain turut serta dalam pameran yang diadakan, Kementerian PUPR secara khusus turut membantu infrastruktur pengolahan sampah yang ada di Labuan Bajo dalam bentuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah ReuseReduceRecycle (TPS3R), 2 unit arm roll, dan 1 unit ekskavator.

Isu sampah menjadi perhatian pemerintah terutama di wilayah destinasi wisata. Kebersihan destinasi wisata dapat menjadi faktor untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dengan menawarkan fasilitas yang bersih dan memberikan nilai tambah bagi daya tarik wisata Indonesia.

Khusus wilayah Labuan Bajo yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, Kementerian PUPR menyediakan infrastruktur tempat pemrosesan akhir sampah. TPA Kota Labuan Bajo terletak di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, dengan luas keseluruhan 4,975 hektar.

Rencana sampah yang akan masuk ke TPA Warloka sebanyak 72% dari total timbulan sampah perkotaan ditambah dengan 57% dari total timbulan kawasan pengembangan perkotaan. Sisanya, sampah yang tidak diangkut akan diolah secara mandiri dari sumber maupun di TPS 3R. Rencananya, TPA tersebut dapat beroperasi selama 6,5 tahun untuk menampung timbulan sampah sebanyak 227.183 m3.

HPSN diperingati setiap tahun untuk mengingatkan bangsa Indonesia bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama yang melibatkan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya. Untuk mendukung pengelolaan sampah dari hulu ke hilir maka diperlukan kerjasama yang baik dan bersungguh-sungguh dari semua pihak (masyarakat, dunia usaha dan pemerintah) untuk menyamakan langkah dan kepedulian menuju Indonesia Bersih, Indonesia Maju dan Indonesia Sejahtera. (pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar