Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Memotret Desa Sungai Papayu

Cegah Stunting di Wilayah Gambut

Wilayah Gambut dan Masyarakat sungai menjadi ciri khas dari Desa Sungai Papuyu.

Desa Sungai Papuyu, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan termasuk dalam Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun Anggaran 2019. Hal ini dilatarbelakangi dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya yang perlu adanya pencegahan stunting melalui perbaikan sanitasi khususnya pengelolaan air limbah domestik.

Seperti yang kita ketahui bahwa Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting melalui pengelolaan sanitasi yang layak dengan melibatkan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan. Melalui perbaikan sanitasi, dan perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan dapat mencegah kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia 1000 tahun kelahiran.

Desa Sungai Papuyu berada di lahan basah alamiah yaitu daerah sungai perairan dimana masyarakatnya dikenal masyarakat sungai (the water people) karena mobilitas dan kehidupan sehari-hari yang umumnya tidak bisa lepas dari air atau sungai. Mereka tinggal di pemukiman yang berjajar di pinggir sungai dengan mata pencaharian utama sebagai petani sawah (rawa), nelayan penangkap ikan, peternak itik dan kerbau. Luas wilayah Desa Sungai Papuyu ini kurang lebih 510 hektar dengan jumlah penduduk 884 jiwa atau sekitar 255 kepala keluarga (255 KK) terbagi dalam dua RW atau enam RT. RT I-IV masyarakatnya tinggal di pinggir sungai dengan akses jalan jembatan ulin dan jalan cor, sedangkan RT V dan VI menggunakan akses jukung kecil. Pada umumnya rumah mereka terbuat dari kayu dan terapung di sungai perairan dengan berkelompok-kelompok yaitu diperkirakan satu kepala keluarga per kelompok terdiri dari empat hingga lima rumah. Sebagian besar masyarakat Desa Sungai Papuyu merupakan masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Proporsi keluarga MBR di Desa Sungai Papuyu sebesar 62% atau 157 KK, dimana terdapat satu keluarga MBR yang memiliki ibu hamil dan sembilan keluarga MBR memiliki balita stunting serta enam keluarga MBR memiliki bayi di bawah tiga tahun. Selanjutnya masih ada sejumlah 88 KK yang masih belum mendapatkan akses sanitasi layak.

Masyakarat memiliki akses air minum dari fasilitas penyediaan air minum hasil Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (PAMSIMAS) yang dibangun tahun 2016 berjumlah 14 buah serta sumur pompa berjumlah 4 buah. Adapun sarana air limbah domestik adalah toilet umum yang dibangun tahun 2018 sebanyak 10 (sepuluh) buah. Perilaku masyarakat yang masih buang air besar sembarangan di sawah rawa dapat menyebabkan pencemaran lingkungan serta berkurangnya mutu air minum setempat sebagai air baku. Melihat kondisi lingkungan dan masyarakat Desa Sungai Papuyu yang telah dijelaskan, maka dengan adanya Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Tahun 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, dan selanjutnya juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Adapun sarana air limbah adanya wc umum yang dibangun tahun 2018 sebanyak 10 buah.

Alternatif teknologi pengolahan air limbah domestik menjadi penting disesuaikan dengan kondisi Desa Sungai Papuyu yaitu daerah perairan. Masyarakat Desa Sungai Papuyu membutuhkan Tangki Septik Khusus Individual seperti Tangki Septik Terapung dengan teknologi pengolahan Biofilter. Mulai bulan agustus tahun 2019 nanti direncanakan akan dibangun toilet individu untuk 50 KK calon penerima manfaat.

Untuk keberlanjutan program maka perlu adanya keterlibatan masyarakat Desa Sungai Papuyu terutama setelah terbangunnya fasilitas dimana masyarakat berkomitmen dalam memelihara dan meningkatkan fasilitas yang telah dibangun.

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar