Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Kartini dari Perawang

SIAK, plpbm.pu.go.id – Perawang salah satu Kelurahan di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada tahun anggaran 2021 ini mendapatkan alokasi program Sanimas Reguler. Ada hal unik dan menarik di Perawang, yakni karena Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di lokasi ini dipimpin seorang perempuan. Ia adalah Misdawati, Ketua KSM Semangat Utama, yang kesehariannya bertugas mengatur sejumlah pekerja laki-laki yang mengerjakan pembangunan infrastruktur maupun pemasangan jaringan perpipaan, disamping tentunya mengatur pembelian material untuk kebutuhan bangunan SPALD-T.

Misdawati dipercaya oleh masyarakat di Perawang untuk memimpin KSM karena kebijaksanaannya sebagai sosok pemimpin. Ia diberi amanah dalam pekerjaan pembangunan SPALD-T yang berlokasi di Jl. Indah Kasih, Gg Utama RT 11 RW 06 dan mengelola dana sebesar 500 juta rupiah. Tentunya ia tidak sendiri, anggota KSM yang lain pun terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, baik kaum bapak, dan juga muda-mudi.

Keheadiran program Sanimas di Perawang membawa hikmah tersendiri bagi masyarakat di wilayah itu, terutama dalam pemenuhan kebutuhan lapangan kerja. Lapangan kerja yang tersedia tidak hanya untuk tenaga kerja laki laki, namun juga bagi ibu-ibu rumah tangga maupun remaja putri. Jenis pekerjaan yang mereka lakukan adalah membuat media filter untuk bangunan IPAL. Bahan baku media filter berupa botol plastik bekas wadah air mineral. Sebuah media filter terdiri dari satu botol plastik bekas air mineral yang sudah dipotong bagian atas dan bawahnya, sehingga menyerupai potongan pipa dengan diameter sesuai besaran botol plastik bekas air mineral ukuran 1 liter atau 600 ml. Di dalam botol tersebut dimasukan empat buah botol plastik bekas air mineral yang juga sudah dipotong bagian atas dan bawahnya, dan diletakan sedemikian rupa sehingga menyerupai sirip dalam botol.

Berdasarkan penuturan Misdawati, setiap pekerja dalam sehari bisa menghasilkan 60 buah botol media filter, dengan jumlah pekerja perempuan yang terlibat dalam pembuatan media filter setiap harinya berkisar antara 10 – 15 orang, serta kepada mereka diberikan upah kerja dengan perhitungan 500 rupiah untuk setiap botol media filter ukuran 1 liter dan 300 rupiah untuk ukuran 600 ml. Dengan demikian setiap pekerja perempuan bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 30.000,- per hari tergantung jumlah botol media filter yang berhasil dirakit. Meski jumlah tersebut mungkin dianggap kecil untuk ukuran orang di perkotaan namun lumayan untuk membantu ekonomi keluarga di tengah situasi sulit seperti saat ini. Semua kegiatan ibu rumah tangga/remaja putri dikoordinir dan diarahkan serta diawasi oleh KSM setempat. (Adv. Reguler Wil. 1/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar