Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah

[MALANG] Sekitar 13 juta warga melakukan aksi bersih-bersih sampah pada Sabtu (15/9). Kegiatan itu digelar dalam rangkaian acara Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah (IBBS), sebuah rangkaian acara dalam memperingati World Clean Up Day 2018. Pembukaan Jambore IBBS di Malang, Jawa Timur, Kamis (13/9), dihadiri sekitar 520 penggiat dan komunitas persampahan se-Indonesia. Mereka berkumpul guna membangun kepedulian dan kekuatan bersama dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan merupakan salah satu dari aksi Gerakan Indonesia #BebasSampah. Mereka yang mewakili lima aktor perubahan dari 34 provinsi se-Nusantara, yakni masyarakat sipil (termasuk perguruan tinggi dan LSM), pemerintah (termasuk BUMN), swasta (perusahaan), serta media dan tokoh masyarakat (filantropi). Jambore IBBS 2018 digelar di Lapangan Rampal, Kecamatan Blimbing, Kota Malang selama tiga hari, dari Kamis (13/9) hingga Sabtu (15/9). Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga mengatakan, Jambore itu sangat penting sebagai forum komunikasi nasional saling tukar informasi, pengalaman, dan pembelajaran terkait penanganan sampah. “Acara ini juga menjadi momentum perumusan rencana aksi bersama untuk percepatan pengelolaan persampahan di Indonesia serta memotivasi aktor-aktor penggiat persampahan di masing-masing wilayah agar memiliki pesan yang sama, sekaligus mempererat kolaborasi antarsesama penggiat persampahan seluruh Indonesia,” ujarnya. Danis mengatakan, puncak Jambore bertepatan dengan World Clean Up Day 2018. Sekitar 13 juta rakyat Indonesia di seluruh pelosok Tanah Air akan melaksanakan bersih-bersih lingkungan bersama. “Dalam Jambore ini dilangsungkan deklarasi oleh para pemangku kepentingan sebagai pernyataan komitmen mewujudkan perumahan dan permukiman yang layak huni melalui percepatan pembangunan infrastruktur persampahan serta tumbuhnya gerakan dan perubahan perilaku masyarakat guna menciptakan Indonesia Bersih dan Bebas Sampah,” ujarnya. Jambore IBBS 2018 mengambil tema “Pembiayaan Pembangunan dan Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan”. Tema itu dipilih, karena isu pembiayaan merupakan salah satu dari 13 isu persampahan yang ditetapkan pada Jambore Nasional 2016. “Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengemban amanat memenuhi target akses universal meliputi capaian Gerakan 100-0-100, yang Artinya 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% sanitasi layak,” ujar Dirjen. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, proporsi rumah tangga yang memiliki akses layanan sanitasi layak dan berkelanjutan di Indonesia baru mencapai 67,20%. Lalu, Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga mengamanatkan pelayanan persampahan mampu mencapai100% pada 2025 dengan target pengurangan sebesar 30% dari penanganan sebesar 70%. Danis mengaku optimistis bahwa melalui pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dari Kementerian PUPR lewat pelaksanaan pembangunan TPS-3R (Tempat Pengolahan Sampah-Reduce, Reuse, Recyle) serta upaya untuk mengubah perilaku masyarakat dengan semangat nilai-nilai dan komitmen yang dihasilkan dari kegiatan Jambore ini, pengelolaan persampahan bekelanjutan serta target akses universal 100% sanitasi yang layak dapat cepat tercapai. Acara itu dihadiri juga Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kementerian PUPR, Dodi Krispratmadi, Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Agoes Edy Poetranto. [ARS/J-11]

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar