Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah dalam Rangkaian Hari Habitat Dunia (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) Tahun 2019

Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) telah menetapkan setiap Senin pertama bulan Oktober sebagai Hari Habitat Dunia (HHD), untuk merefleksikan kondisi permukiman dunia dan mengingatkan kembali para pemangku kepentingan tentang tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membentuk masa depan permukiman dan perkotaan. PBB juga telah menetapkan 31 Oktober sebagai Hari Kota Dunia yang bertujuan untuk mendorong komunitas internasional memikirkan isu - isu perkotaan, mendorong kerjasama antar negara untuk menangkap peluang dan mengatasi tantangan urbanisasi, serta mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan di seluruh dunia. Pada kesempatan kali ini, HHD dan HKD Tahun 2019 mengusung tema “Generasi Masa Depan, Generasi Peduli Sampah”

Pelaksanaan peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia ini dimaksudkan untuk meningkatkan perhatian dan kepedulian semua pihak (pemerintah pusat/daerah, pihak swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat) serta mendorong pemikiran dan evaluasi atas kebijakan dan implementasi perencanaan perkotaan dan penyelenggaraan permukiman di Indonesia.

Pelaksanaan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah yang dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 12 Oktober 2019 ini berlokasi di Bumi Perkemahan Pramuka Margarana, Tabanan Bali ini sebagai bagian/rangkaian acara Pengukuhan perwakilan Forum Komunikasi Provinsi bebas sampah sebagai salah satu forum/wadah dari penggiat persampahan bertukar ide dan pemikiran, yang memiliki komitmen untuk mewujudkan perumahan dan permukiman yang layak huni melalui percepatan pembangunan infrastruktur persampahan serta tumbuhnya gerakan dan perubahan perilaku masyarakat untuk menciptakan Indonesia Bersih dan Bebas Sampah. 

Kegiatan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah ini salah satunya bertujuan untuk  menjaga semangat dan mempererat tali silaturahmi antar kolaborator yang peduli terhadap isu persampahan dari seluruh Indonesia,  Tujuan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030 ialah peningkatan kualitas air dengan mengurangi polusi, menghilangkan pembuangan, dan meminimalkan pelepasan material dan bahan kimia berbahaya, mengurangi setengah proporsi air limbah yang tidak diolah, dan secara signifikan meningkatkan daur ulang, serta penggunaan kembali barang daur ulang yang aman secara global.

Dalam penanganan sanitasi diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder yang merupakan isu yang penting, khususnya untuk menyelesaikan permasalahan persampahan. Hal tersebut tercantum pada Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016, di mana menjadi salah satu fokus Gerakan Indonesia Bersih demi  tercapainya target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 serta target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018.

Maka dari itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur untuk berbagai skala penanganan, baik skala regional, skala kota, skala kawasan sampai dengan skala komunal. Salah satu upaya pendekatan yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat, yakni mengedepankan keterlibatan masyarakat dan unsur lain dalam proses pembangunan dan keberlanjutan. Untuk bidang persampahan, telah banyak dilakukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan Pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau yang dikenal dengan sebutan TPS-3R.

Dalam sambutan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Hidup, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR yang disampaikan oleh Kasubdit Perencanaan Teknis, Dit. PPLP, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Ir. Prasetyo, M.eng mengatakan bahwa “..Urusan sanitasi khususnya persampahan, bukan hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Tapi juga berkenaan dengan perilaku masyarakat.  Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah salah satunya ditujukan untuk merubah perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan isu persampahan. Salah satu aktor dari gerakan ini adalah para aktivis dari kalangan LSM dan komunitas yang peduli dengan isu persampahan. Kementerian PUPR sangat mengapresiasi pelaksanaan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah ini dan berharap kegiatan yang positif ini dapat diselenggarakan pada masa-masa yang akan datang.”

Pada kesempatan ini turut dihadiri PPK Pengembangan PLP, Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat; Bupati Kab. Tabanan ; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali; Koalisi Komunitas Peduli Sampah Bali, Indonesia Waste Platform; Asisten Deputi Pendayagunaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Kemaritiman; Direktur Pengelolaan Sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian LHK; Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI); 260 peserta; dll (Pub.IBM)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar