Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Ibu Desi, Duta Peduli Sampah dari Jebres

SURAKARTA, plpbm.pu.go.id – Tidak sulit mencari Ibu Desnawati, atau yang akrab dipanggil Ibu Desi ini di lingkungan perumahannya. Hampir semua orang yang dijumpai pasti tidak asing dengan sosoknya. Seorang Ibu yang berasal dari Padang ini, sangat peduli dengan sampah. Terbukti dengan keaktifannya dalam kegiatan bank sampah.

Bermula dari program yang dicanangkan oleh pemerintah bahwa setiap RW harus mempunyai bank sampah sendiri, Bu Desi memulai kiprahnya sebagai perempuan yang peduli tentang sampah. Bu Desi diajak oleh salah satu Ibu yang aktif untuk mendirikan bank sampah yang diberi nama Bank Sampah Gulon Asri RW 21. Bank sampah tersebut dibentuk pada tahun 2015, dipelopori oleh 7 orang pengurus. Hingga saat ini Bank Sampah Gulon Asri RW 21 mempunyai 36 nasabah.

Niat yang kuat dan didorong penuh oleh keluarga terutama suaminya, Bapak Joko, membuat Bu Desi semakin berkobar semangatnya untuk mengumpulkan sampah yang dapat bernilai ekonomis tersebut dengan menggerakkan beberapa perempuan lainnya yang juga mempunyai kepedulian yang sama.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, program TPS 3R hadir di Jebres, Surakarta. Bu Desi sebagai salah satu aktivis peduli sampah pun mengambil peran sebagai salah satu anggota KSM sebagai Sie Perencana. Antusiasme dan keinginan yang kuat agar program TPS3R dapat berjalan di Jebres, walaupun di awal-awalnya mendapat halangan dari warga sekitar, tidak menyurutkan langkah Bu Desi untuk terus berkarya melalui sampah.

Sosok Bu Desi yang kuat dan tangguh, didasari keinginannya untuk mengubah sampah menjadi suatu karya yang dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis sehingga warga yang menjadi anggota bank sampah mendapat tambahan penghasilan dan kesejahteraan hidupnya juga semakin baik. Hingga saat ini, bank sampah yang berada di RW-nya semakin banyak anggotanya, terutama kaum perempuan yang mau terlibat aktif dengan berbagai kegiatan bank sampah, misalnya tabungan sampah, kebun gizi dll. Untuk tabungan sampah sendiri terkumpul dengan cara pengambilan secara door to door seminggu sekali ke rumah anggota dan bahkan di acara arisan PKK maupun Dawis, mereka membawa sampah anorganik dari rumah untuk disetorkan.

Untuk kebun gizi, ada sebidang tanah kosong yang dimanfaatkan ibu-ibu pegiat sampah untuk ditanami  berbagai macam sayuran. Sudah berkali-kali panen dan hasilnya bisa dijual ke warga sekitar yang berminat. Hasil penjualan bisa digunakan untuk kas bank sampah.

Banyak suka dan duka yang dialami Bu Desi dalam menjalankan program-program di bank sampah. Dari pengalaman ditolak masyarakat terkait keberadaan bank sampah hingga harus mengumpulkan sampah door to door dan di bawah terik matahari demi keberlanjutan bank sampah itu sendiri.

Walaupun banyak hambatan, namun tidak pernah pudar semangat Bu Desi hingga akhirnya di tahun 2018, oleh Universitas Sebelas Maret, Ibu Desi diberikan gelar Duta Sampah. Salah satu kebanggaan tersendiri bagi Bu Desi menyandang predikat tersebut.

Harapan Bu Desi dalam program TPS 3R tentunya akan berjalan beriringan dengan beberapa bank sampah terdekat. Menjalin hubungan simbiosis mutualisme antara pengurus TPS 3R Jebres dengan bank sampah terdekat pastinya akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. Skala besarnya pasti juga berdampak positif terhadap lingkungan sekitar dengan berbagai program yang akan dikembangkan TPS 3R dan Bank Sampah, misalnya pembuatan dan pemasaran kompos, pengolahan limbah plastik menjadi berbagai macam barang yang bernilai ekonomis seperti tudung saji, kreasi bunga, dll juga mengembangkan kebun gizi dan kebun bibit yang memanfaatkan lahan di sekitar TPS 3R Jebres. (Adv. TPS 3R Wilbar/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar