Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Gelar Diskusi di Pantai Napae, Kompak Sukseskan Pembangunan Fisik Sandes Sabu Raijua

SABU RAIJUA, plpbm.pu.go.id – Salah satu pendekatan dalam pelaksanaan Sandes Padat Karya adalah “Mendorong Keterlibatan Masyarakat dan Mendorong Inisiatif Masyarakat dengan Iklim Keterbukaan”. Masyarakat memperoleh kewenangan, kepercayaan, kesempatan yang besar dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pemanfaatan dan pengelolaan pembangunan prasarana dan sarana sanitasi secara mandiri. Masyarakat mengidentifikasi permasalahan, merumuskan kebutuhan, serta pemecahan permasalahan secara demokratis dan transparan.

Sebagai implementasi dari pendekatan tersebut, maka dalam rangka persiapan pelaksanaan konstruksi Sandes Padat Karya di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Tim Fasilitator Pendamping Tingkat Pusat (Sabtu,15/8/2020). FGD dilaksanakan di kawasan pariwisata Pantai Napae yang terletak tidak jauh dari Kota Mebba–pusat kegiatan ekonomi Kabupaten Sabu Raijua. FGD dihadiri unsur pengurus KSM, Kepala Desa, TFL dan Fasilitator Kabupaten (Faskab).

Dalam FGD tersebut, KSM didorong untuk lebih memahami ketentuan pelaksanaan konstruksi, mengidentifikasi potensi, serta mitigasi permasalahan yang mungkin muncul pada proses pelaksanaan konstruksi. Kemudian menyepakati bersama langkah-langkah yang akan diambil untuk kelancaran pelaksanaan konstruksi.

Acara FGD dibuka sekaligus dimoderatori oleh Faskab dengan menjelaskan tujuan serta mekanisme pelaksanaan FGD. Selanjutnya arahan umum ketentuan-ketentuan pelaksanaan konstruksi yang disampaikan oleh Tim Advisory, kemudian peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok KSM yang difasilitasi oleh TFL.

FGD kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil perumusan strategi serta rencana umum pelaksanaan konstruksi di masing-masing desa. Disampaikan juga terkait kesiapan tenaga kerja, kesiapan air kerja, material swadaya, rencana peningkatan kapasitas tukang serta MoU atau kesepakatan dengan toko atau pemasok material. Masing-masing desa juga menyampaikan hasil mitigasi permasalahan seperti kemungkinan kekurangan tenaga kerja, kesulitan air kerja serta kesulitan-kesulitan lain yang mungkin akan terjadi.

Di akhir sesi, peserta FGD menyepakati kegiatan-kegiatan pokok yang akan segera dilakukan oleh masing-masing KSM, antara lain  :

1. Melakukan rembug persiapan konstruksi secara lebih rinci dengan jajaran pengurus KSM;

2. Melakukan identifikasi dan rekrutmen tukang dan pekerja;

3. Memastikan kesiapan material swadaya seperti penampung air, kayu begesting, galian tangki septik, kerikil serta material swadaya lainnya;

4. Memilih titik-titik yang akan dijadikan fokus lokasi pembangunan pada tahap pertama;

5. Melakukan MoU dengan toko material;

6. Melakukan koordinasi rencana penarikan dana dari Bank.

Setelah pelaksanaan FGD, semangat dan kekompakan Tim Sandes Sabu Raijua semakin bulat. Tim telah bersama-sama memantapkan tekad di Pantai Napae untuk kesuksesan Sandes Sabu Raijua Tahun 2020. (Adv. Sandes Reg. 4/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar