Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

FGD Sanitasi Perdesaan sebagai Awal Perbaikan Pelaksanaan Program

JAKARTA, plpbm.go.id – Salah satu tahap proses pelaksanaan Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya yang dapat mengakomodir pemetaan permasalahan pelaksanaan adalah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) atau yang biasa kita kenal sebagai Diskusi Kelompok Terarah (DKT). Di bulan Mei 2021, Program Sanitasi Perdesaan Padat Karya Wilayah 2 telah melakukan  FGD pada beberapa wilayah yaitu di Kabupaten Sikka pada 19 Mei 2021 dan Surabaya untuk peserta dari Provinsi Jawa Timur pada 24 – 25 Mei 2021.

Selain untuk penyamaan persepsi kepada pelaksana di lapangan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyosialisasikan konsep program Sanitasi Perdesaan Padat Karya, terutama kepada Pemerintah Daerah. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, juga membahas beberapa isu penting terkait permasalahan dan perumusan solusi.

Dari pelaksanaan FGD, beberapa isu permasalahan penting yang muncul yaitu :

1. Ketentuan kelembagaan regulator dan operator dalam pengelolaan sanitasi berkelanjutan antara KPP dan Pemerintah Desa,

2. Komitmen pengelolaan program tingkat kabupaten antara Satker dan KSM dalam menjalankan pelaksanaan konstruksi secara tepat waktu dan tertib administrasi,

3. Tantangan geografis yang menghambat pelaksanaan konstruksi dan membuat kelompok sasaran prioritas tidak mendapatkan akses sanitasi berkelanjutan.

4. Kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan dalam hal (i) Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban, (ii) Pengelolaan tenaga kerja yang disebabkan karena adanya program lain.

Dengan demikian, berharap kegiatan FGD berikutnya di wilayah lain dapat dipersiapkan untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak dengan tahapan:

1. Penentuan topik atau isu penting yang dapat memperbaiki pelaksanaan program

2. Tim fasilitator FGD yang dapat membangun interaksi nyaman dan bebas tekanan diantara peserta dalam membahas permasalahan dan gagasan.

3. Karakteristik peserta yang beragam untuk memperkaya sudut pandang, bila perlu diundang pakar keahlian dan akademisi untuk mendapatkan ide baru dan segar

4. Rancangan tata letak peserta dan ruangan

Diharapkan pelaksanaan kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi peserta dan dapat diimplementasikan di lapangan. (Adv. Sandes Wil. 2/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar