Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2021 hanya dari web portal IBM SANITASI  |   Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Desa Penosan Menyongsong Sanitasi Layak

GAYO LUES, plpbm.pu.go.id – Mentari pagi tampak cerah dan bersemangat menyambut warga Desa Penosan Kecamatan Blang Jerango yang pagi ini akan menghadiri sosialisasi program Sanitasi Padat Karya Perdesaan (Sandes). Dalam sosialisasi tersebut masyarakat diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang program Sandes, PHBS, pentingnya mengelola air limbah rumah tangga dan pembelajaran lainnya yang diharapkan masyarakat dapat menikmati hidup yang sehat.  Masyarakat inilah yang nanti sebagai penerima manfaat dari program yang akan mengelola dan memelihara prasarana dan sarana sanitasi terbangun.

Lingkungan sehat menjadi harapan setiap orang. Sandes mewujudkannya melalui kegiatan pembangunan prasarana dan sarana sanitasi berupa bantuan pembangunan bilik toilet dan tangki septik ramah lingkungan. Bantuan ditujukan terhadap masyarakat MBR dengan beberapa kriteria yang lebih spesifik untuk memperoleh shorlist penerima manfaat, dimana pendanaan Sandes dapat dialokasikan untuk kebutuhan pelayanan pengelolaan air limbah rumah tangga untuk 50 KK setara 250 jiwa.

Desa Penosan terletak di kaki pegunungan Leuser di tanah Gayo yang berjarak 15 km dari Ibukota Kabupaten. Terbagi dalam 5 dusun, Desa tersebut terbilang cukup padat yang di kelilingi area persawahan hijau dimana air yang mengalir di drainase masih terlihat jernih juga menandakan ketersediaan air bersih yang berlimpah dimana air sumur warga terlihat dangkal. Namun cukup klise kondisi tersebut jika melihat prasarana dan sarana sanitasi disana belum layak misalnya sampah yang belum terkelola sehingga banyak sampah berserakan, air buangan rumah tangga yang langsung dibuang ke lingkungan baik ke tanah maupun ke selokan serta sebagian penduduk masih melakukan BABS di sungai yang melintas di desa tersebut.

Penulis menjumpai beberapa warga yang merupakan warga difabel dan stunting, juga ibu hamil dan banyak anak batita. Tepat sekali program Sandes dapat dilaksanakan di desa tersebut dengan terpenuhinya kriteria penerima manfaat yaitu ibu hamil, batita, stunting, dan difabel. Didampingi Faskab dan TFL, KSM melakukan survei penerima manffat dengan mendatangi kondisi fisik rumah warga, dapur, dan jamban yang rata-rata memiliki bangunan rumah dengan dinding kayu atau semi permanen selain dapur yang ala kadarnya serta jamban yang cukup terbuka. Hal ini menandakan fasilitas sanitasi masyarakat belum memadai.

Penulis melakukan dialog dengan warga yang anggota keluarganya anak difabel dan stunting dimana mereka sangat membutuhkan sekali jamban layak sehingga tidak perlu lagi ke sungai setiap kali ingin buang air, dan mereka merasa bersyukur dengan bantuan jamban yang akan di berikan oleh pemerintah. Salah satu yang menjadi impian bersama warga Desa Penosan memiliki jamban sehat dan layak. KSM Pakat Jeroh sebagai pelaksana program mentargetkan 50 KK dapat terlayani meskipun daftar longlist penerima manfaat masih tersisa sehingga akan diusulkan dalam program berikutnya yaitu Sandes Tahap II. (Adv. Sandes Wil. 1/pub.ibm)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar