Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

Desa Pemenang Timur Kabupaten Lombok Utara Butuh Sanitasi Layak

Sanitasi merupakan salah satu komponen dari kesehatan lingkungan, yaitu perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup bersih untuk mencegah manusia bersentuh langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya, dengan harapan dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia serta pengaruhnya terhadap masalah “sehat-sakit”. Sanitasi yang tidak berjalan baik akan berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan seperti timbulnya penyakit diare, penyakit kulit, anak stunting, dan lain-lain.

Bencana alam gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2018, khususnya Pulau Lombok dengan pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara menyebabkan kerusakan sarana infrastruktur, sanitasi dan  sarana air bersih. Pergerakan tanah memiliki pengaruh yang besar dalam kerusakan tangki septik standar milik masyarakat desa, hal ini dapat menjadi hal baru dalam pencemaran lingkungan dan kelayakan penggunaan sanitasi serta perilaku buang air besar sembarangan (BABS). Hal ini juga memengaruhi kualitas sanitasi masyarakat yang menurun dan berdampak pada meningkatnya kasus stunting di Kabupaten Lombok Utara.Desa Pemenang Timur Kabupaten Lombok Utara merupakan 1.000 desa prioritas di 100 kabupaten prioritas tahap pertama[1]. Secara umum Kabupaten Lombok Utara masih terdapat kasus stunting sebesar 65,8%, sehingga memerlukan dukungan sarana dasar perdesaan khususnya desa yang terdapat kasus stunting1. Angka kasus stunting di atas 60% di Kabupaten Lombok Utara sangat memprihatinkan dan angka tersebut masih dibawah rekomendasi World Health Organization (WHO) yang memberikan batasan hingga maksimal 20%.

Sehubungan dengan menurunnya kualitas sanitasi masyarakat yang diakibatkan bencana alam gempa bumi, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menginisiasi kegiatan Sanitasi Perdesaan (Sandes) Padat Karya tahun anggaran (TA) 2019 yang berbasis masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar komitmen untuk menciptakan akses sanitasi yang layak khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta mensukseskan dan melaksanakan Sustainable Development Goals (SDGs) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat perdesaan.

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Lombok Utara seperti Rumah Tahan Gempa (RTG), puskesmas, sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, serta bangunan pendukung lainnya sedang dilaksanakan secara paralel atau bersama. Selain itu, kegiatan Sandes Padat Karya TA 2019 yang difasilitasi oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB, 10 Desa di Kabupaten Lombok Utara melakukan pembangunan infrastruktur sanitasi dasar berupa jamban dan tangki septik individual. Kegiatan ini secara langsung didampingi oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dalam pendampingan teknis dan administrasi serta pembangunannya dikoordinir, dikelola, dan diawasi oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). KSM ini ditunjuk dan dibentuk melalui rembuk masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi angka stunting di masing-masing desa di Kabupaten Lombok Utara.

Salah satu desa penerima bantuan Sandes Padat Karya TA 2019 adalah Desa Pemanang Timur Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Kondisi sanitasi di Desa Pemenang Timur sangat memprihatinkan, seperti masyarakat masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan masyarakat dalam membangun atau membuat jamban sehat. KSM Patim Cemerlang Desa Pemenang Timur melaksanakan kegiatan Sandes Padat Karya dengan langkah pertama yang dilakukan yaitu menentukan penerima manfaat prioritas yaitu anak stunting, bayi dibawah usia tiga tahun (BATITA), ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Adapun jumlah KK penerima manfaat di Desa Pemenang Timur sebanyak 28 KK, 119 Jiwa, dimana terdapat 1 orang ibu hamil, 6 anak Batita, dan 4 orang anak stunting, dengan kondisi tidak memiliki jamban.

Dengan adanya kegiatan Sandes Padat Karya ini diharapkan KSM Patim Cemerlang Desa Pemenang Timur dapat menggerakkan masyarakat dengan melibatkan semua elemen masyarakat, seperti memanfaatkan tenaga kerja lokal, pembelian material di sekitar Desa Pemenang Timur, dan lain-lain. Sehingga diharapkan ada sedikit peningkatan aktivitas ekonomi yang terjadi di kegiatan ini. 

Keberadaan jamban dan tangki septik layak dan sehat merupakan sanitasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Dengan adanya fasilitas sanitasi dasar ini, maka limbah manusia dalam bentuk tinja dapat diolah sehingga tidak menyebabkan pencemaran pada air, tanah, dan udara, sehingga kesehatan lingkungan dapat terjaga. Saat ini di Desa Pemenang Timur masih berproses dalam menyelesaikan semua jamban dan tangki septik yang sedang dibangun, sehingga nantinya akan mengubah kondisi sanitasi saat ini yang kurang layak menjadi layak.

Fasilitas jamban dan tangki septik ini dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Hal ini disampaikan secara langsung oleh pasangan keluarga Bapak Agus Saripudin, dimana saat ini istri beliau sedang dalam kondisi hamil. "Sebelumnya saya tidak memilki toilet, kadang menggunakan toilet tetangga, kadang pergi ke kebun belakang rumah untuk BAB. Alhamdulillah saya memperoleh kegiatan sanitasi ini, semoga cepat selesai pembangunannya agar istri saya yang sedang hamil ini tidak kesulitan lagi untuk BAB, sekali lagi terima kasih", ujar Bapak Agus Saripudin. 

Kepala desa dan masyarakat Desa Pemenang Timur berharap dengan adanya kegiatan Sandes Padat Karya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya dengan tidak BAB di kebun belakang rumah atau di sungai sehingga rentan terhadap penyakit seperti diare. Sehingga ke depan Desa Pemenang Timur memiliki status desa dengan sanitasi layak dan masyarakat yang menerapkan PHBS di kehidupan sehari-hari.

 

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar