Informasi resmi terkait seleksi TFL tahun anggaran 2020 hanya dari web portal PLPBM  |   klik tautan berikut untuk memeriksa kelengkapan dokumen/data perihal seleksi TFL 2020  |   Silahkan download materi bimbingan teknis Sanitasi Perdesaan Padat Karya TA 2019 disini | Pengiriman Berita/Artikel/Kisah Sukses ke email publikasi.plpbm@gmail.com

60 BUPATI/WALI KOTA KOMITMEN TANGANI MASALAH SANITASI

Sebanyak 60 Bupati dan Wali Kota dan Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Dodi Krispratmadi melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyiapan Implementasi Infrastruktur Masyarakat, di Bali, Rabu (18/07/2018). Plt. Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka penyiapan penyelenggaraan pembangunan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas), karena masalah sanitasi merupakan hal penting untuk mendukung kesehatan lingkungan dengan dampak sangat luas. “Masalah sanitasi lingkungan kalau tidak kita tangani akan banyak kerugian yang dirasakan. Masalah sanitasi ini intinya terdiri dari sampah, dan air limbah rumah tangga atau Buang Air Besar (BAB). Jika BAB tidak dikelola dengan sebaik-baiknya, maka kesehatan dan kebersihan lingkungan kita akan terganggu, serta akan mempengaruhi daya tarik pariwisata tempat tersebut,” ungkap Sri Hartoyo. Sri Hartoyo menjelaskan, untuk memenuhi target akses universal di tahun 2019 yang meliputi pencapaian Gerakan 100-0-100, yaitu 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh, dan 100% akses sanitasi layak, telah dilaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur sanitasi untuk berbagai skala penanganan, baik skala perkotaan, skala permukiman dan sampai dengan skala komunal, yaitu melalui pembangunan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan Pola Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R). "Dengan PKS ini diharapkan terwujudnya komitmen dari Pemerintah Kabupaten/kota akan pentingnya sanitasi," harap Sri Hartoyo. Sementara itu, Direktur PPLP Dodi Krispratmadi menambahkan, sejauh ini program kegiatan Sanimas maupun TPS 3R sudah berjalan dengan baik meskipun masih memiliki beberapa kekurangan. “Untuk kegiatan Sanimas sudah berjalan dengan baik, mungkin mencapai sekitar 90%, sedangkan untuk kegiatan TPS 3R masih perlu kita tingkatkan lagi. Meskipun angkanya sudah di atas 50%, namun perlu ada pembelajaran lagi terutama bagi KSM," ujar Dodi. Dodi menjelaskan, dalam suatu KSM perlu adanya inovasi serta pengembangan, seperti contohnya TPS 3R Mulyo Agung di Malang yang selalu melakukan pengembangan sehingga dapat menggaji 70 pegawainya sesuai dengan UMR serta dapat melayani 6.000 jiwa. Selain itu, di Kabupaten Klungkung Bali, sampah diubah menjadi briket yang nantinya briket tersebut dapat digunakan untuk pemanas di skala rumah tangga dengan menggunakan kompor khusus, dan briket yang memenuhi kuota sebesar 150 ton/harinya dapat dijual ke PLTU sehingga dapat meningkatkan income dari TPS tersebut. “Inovasi dari pengelola TPS 3R itu sangat diperlukan untuk menjamin keberlangsungan serta untuk menambah income dari KSM tersebut,” tutur Dodi (Ocha-Randal Bali/Tim.PubPLPBM/bns)

0 Komentar

Tulis Komentar

Kirim Komentar